Sebut saja namanya ari. Ari adalah seorang yang sangat pemalu dan
juga seorang pria yang berwajah cakep alias ganteng. Banyak cewek yang
ingin memilikinya. Tapi tak satupun yang berhasil menaklukan hati dari ari. Hingga suatu ketika seorang cewek yang baru pindah dari sebuah ke
kota ke sekolah ari sedikit menjadi bahan pembicaraan di sekolahnya.
Karena sang cewek yang bernama eva ini sangat cantik, begitu kata
teman-teman ari. Tapi ari tetap menjadi seorang lelaki yang kalem dan
pendiam. Angin bertiup kencang ketika air hujan turun membasahi siang
itu. Terlihat ari sedang duduk termenung di unjung pandangan. Eva
berjalan di depannya, dan ari perlahan menatap wajah eva yang sangat
cantk itu. Sebuah senyuman keluar dari paras cantik eva. Namun
tiba-tiba, bagaikan bersayap, sapu tangan yang dipegang oleh eva
terjatuh tepat di depan ari. Ari pun langsung mengambil sapu tangan
itu.
Tak sengaja ari memegang tangan eva yang juga ingin mengambil sapu tangannya. "Maaf", kata Ari yang
terlihat malu kepada eva. Eva hanya menjawab dengan sebuah senyuman
cantik di wajahnya. eva pun langsung berjalan meninggalkan ari.
Saya tau apa yang dipikirkan oleh ari, sebuah kekaguman terhadap seorang cewek yang telah menaklukkan hatinya.
Hari
berganti hari bulan pun terus berlalu, hampir 4 bulan ari terus
menyimpan rasa kepada eva, tapi tak mampu tuk diutarakannya. Hingga
suatu ketika, saat itu adalah hari pentas seni di sekolah
mereka. ari memberanikan diri untuk mengajak eva untuk menonton acara
tersebut. "Duh aku ga bisa ri, aku udah ada janji dengan orang lain",
jawab eva kepada ari. Dengan wajah yang gundah ari berjalan, tak ada
senyum di wajahnya.
Malam pun datang, ari datang ke acara pensi di sekolahnya bersama teman-temannya. "Eh ari itu kan eva!!!", kata teman ari kepadanya. ari lalu berlari ke arah eva,
"katanya kamu ga bisa datang?", tanya ari kepada eva. "Aku kan bilang
aku udah janji ama orang lain, bukan aku ga bisa datang", jawab eva.
"Emang kamu ke sini ama siapa?", tanya ari lagi. "Tuh", tunjuk eva. ari melihat seorang lelaki yang sedang bernyanyi di atas pentas. Dengan
sedikit sedih ari menjawab, "ou ya udah met fun aja ya", kata ari.
Lagi-lagi ari berjalan dengan kesedihan di hatinya, mungkinkah ini
balasan dari dirinya yang selalu menolak banyak wanita?.
Malam
itu suasana terlihat sangat meriah dan ramai, wajah gembira terpancar
dari para murid yang hadir saat itu. Tapi tidak dengan ari yang hanya
murung, ntah apa yang dipikirinnya. "Udah la ri, ngapain lo kaya
gini?!, masih banyakkan cewek lain?", kata seorang teman ari yang ingin
menghibur perasaannya. Tapi ari hanya terdiam.
"Yuk kita sambut eva!!!!", kata pembawa acara saat itu. "Ri eva nyanyi, wah hebat
yah udah cantik, pinter nyanyi lagi", kata seorang teman ari. Ari
langsung menatap ke arah eva yang perlahan berjalan ke atas pentas.
"Lagu ini saya tujukan kepada seorang yang selama ini saya kagumi.
Penonton lalu bersorak mendengar kata dari eva itu, "siapa
tu!!!?!!!?". eva kemudian langsung bernyanyi, sesaat eva sedang
menikmati nyanyiannya, tiba-tiba seorang lelaki datang menghampirinya
dengan bunga di tangannya. Eva menerima bunga itu dengan senyum di
bibir mungilnya.
"Emang aku ga pantes buat eva", kata ari
dalam hati. Ari pun berjalan perlahan dengan gundah di hatinya. "Ri lo
mau kemana!!!", teriak teman ari. Tapi ari seakan tak mendengar
perkataan dari temannya itu dan terus berjalan. "Ari!!!", terdengar
suara seoarang cewek yang memanggil dirinya. Ari lalu menatap arah
suara tersebut. Ari melihat sosok eva sedang menunggunya dari
kejauhan. "Ada apa eva?", tanya ari?. "Kamu tahu tadi aku nyanyi buat
siapa?", tanya eva. "Buat aku?", tanya ari dengan perasaan yang
super PD!!. eva tersenyum dan berkata, "bukan ari, lagu tadi buat
teman kamu", Jawab eva. Wajah ari yang awalnya terlihat bahagia
berubah gundah dan marah, tapi tak bisa diungkapkannya. Ari langsung
berjalan meninggalkan eva, sambil berkata "ou gitu...ntar aku
sampaiin".
Namun sesaat ari berpaling dari eva, eva memanggilnya lagi, "ari!!!". Tapi ari tetap seakan tidak peduli.
Hari
berganti dan terus berganti, terdengar kabar di sekolah ari bahwa eva sang bidadari sekolah akan pindah sekolah lagi. Malam itu ari
sedang berkumpul dengan teman-temannya, "ri eva bakal pindah sekolah 3
hari lagi, besok malam kan ada acara amal sekolah, nah gua yakin eva
nyanyi lagi, lo ungkapin donk perasaan lo!!!, jangan diem kaya gini!!!".
"Ah dia udah punya pacar sob!!!", jawab ari.
Esok pun tiba,
ketika malam menjelang, ternyata benar eva nyanyi pada malam itu. "Yuk
kita sambut eva". Terdengar suara cantik eva secantik wajahnya.
Malam itu eva menyanyikan sebuah lagu, pelukalah diriku dan jangan kau
lepaskan ku (pasti pada tahu ya). Setelah eva berhenti bernyanyi,
pembawa acara bertanya kepadanya, "lagu tadi buat siapa tuh va?",
"Lagu tadi buat seorang yang sangat special buat aku", jawab eva.
Mendengar perkataan eva itu ari seakan ingin menangis, memang ari
bukan seorang yang cengeng tapi, semua pasti melakukan hal yang sama
jika seorang yang sangat dicintainya telah ada yang memiliki. Ari lalu
berjalan ke arah eva, dan naik ke atas pentas. "Boleh gua nyanyi?",
tanya ari kepada pembawa acara. Pembawa acara yang juga teman ari
langsung mengizinkan ari untuk bernyanyi. Ari langsung mengambil gitar
dan bernyanyi, "Dewi berikan nafasmu untukku" (pasti tahu lagu alexa).
"Wah...ari!!!", begitu teriakan pembawa acara setelah ari selesai
bernyanyi. "Lagunya buat siapa ri?", tanya pembawa acara. "Lagu ini
buat seorang yang telah memiliki tapi aku masih sayang ama dia".
Penonton dan teman-teman ari langsng berteriak mendengar perkataan ari. "Apa lagu tadi buat aku?", tanya eva. Ari hanya terdiam. eva
pun berkata lagi, "kamu tahu ari, setiap aku nyanyi lagu itu aku
tujukan buat siapa?", kata eva. "Bukan buat aku kan?, yah pasti buat
orang yang kamu sayangi aja", jawab ari. "Emang bukan buat seorang yang
namanya ari, tapi seorang cowok yang namanya Ai", lanjut eva.
Wajah ari langsung memerah mendengar eva, karena Ai itu adalah
panggilan ari di keluarganya dan di teman-teman dekatnya. ari langsung
berjalan ke arah eva dan...PEnonton mulai bersorak-sorai melihat ari
dan eva. "Berarti...", kata ari. eva langsung menutup bibir ari
dengan jari telunjuknya. "Ya orang yang aku sayang itu kamu ari...",
kata eva. Ari langsung memeluk eva seakan hanya mereka berdua yang
hadir malam itu. Malam itu adalah malam yang sangat berarti bagi ari
dan juga eva. Sungguh bahagia bukan...The end.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar