Senin, 26 Maret 2012

Berharap

Sebut saja namanya ari. Ari adalah seorang yang sangat pemalu dan juga seorang pria yang berwajah cakep alias ganteng. Banyak cewek yang ingin memilikinya. Tapi tak satupun yang berhasil menaklukan hati dari ari. Hingga suatu ketika seorang cewek yang baru pindah dari sebuah ke kota ke sekolah ari sedikit menjadi bahan pembicaraan di sekolahnya. Karena sang cewek yang bernama eva ini sangat cantik, begitu kata teman-teman ari. Tapi ari tetap menjadi seorang lelaki yang kalem dan pendiam. Angin bertiup kencang ketika air hujan turun membasahi siang itu. Terlihat ari sedang duduk termenung di unjung pandangan. Eva berjalan di depannya, dan ari perlahan menatap wajah eva yang sangat cantk itu. Sebuah senyuman keluar dari paras cantik eva. Namun tiba-tiba, bagaikan bersayap, sapu tangan yang dipegang oleh eva terjatuh tepat di depan ari. Ari pun langsung mengambil sapu tangan itu.

Tak sengaja ari memegang tangan eva yang juga ingin mengambil sapu tangannya. "Maaf", kata Ari yang terlihat malu kepada eva. Eva hanya menjawab dengan sebuah senyuman cantik di wajahnya. eva pun langsung berjalan meninggalkan ari.

Saya tau apa yang dipikirkan oleh ari, sebuah kekaguman terhadap seorang cewek yang telah menaklukkan hatinya.

Hari berganti hari bulan pun terus berlalu, hampir 4 bulan ari terus menyimpan rasa kepada eva, tapi tak mampu tuk diutarakannya. Hingga suatu ketika, saat itu adalah hari pentas seni di sekolah mereka. ari memberanikan diri untuk mengajak eva untuk menonton acara tersebut. "Duh aku ga bisa ri, aku udah ada janji dengan orang lain", jawab eva kepada ari. Dengan wajah yang gundah ari berjalan, tak ada senyum di wajahnya.

Malam pun datang, ari datang ke acara pensi di sekolahnya bersama teman-temannya. "Eh ari itu kan eva!!!", kata teman ari kepadanya. ari lalu berlari ke arah eva, "katanya kamu ga bisa datang?", tanya ari kepada eva. "Aku kan bilang aku udah janji ama orang lain, bukan aku ga bisa datang", jawab eva. "Emang kamu ke sini ama siapa?", tanya ari lagi. "Tuh", tunjuk eva. ari melihat seorang lelaki yang sedang bernyanyi di atas pentas. Dengan sedikit sedih ari menjawab, "ou ya udah met fun aja ya", kata ari. Lagi-lagi ari berjalan dengan kesedihan di hatinya, mungkinkah ini balasan dari dirinya yang selalu menolak banyak wanita?.

Malam itu suasana terlihat sangat meriah dan ramai, wajah gembira terpancar dari para murid yang hadir saat itu. Tapi tidak dengan ari yang hanya murung, ntah apa yang dipikirinnya. "Udah la ri, ngapain lo kaya gini?!, masih banyakkan cewek lain?", kata seorang teman ari yang ingin menghibur perasaannya. Tapi ari hanya terdiam.

"Yuk kita sambut eva!!!!", kata pembawa acara saat itu. "Ri eva nyanyi, wah hebat yah udah cantik, pinter nyanyi lagi", kata seorang teman ari. Ari langsung menatap ke arah eva yang perlahan berjalan ke atas pentas. "Lagu ini saya tujukan kepada seorang yang selama ini saya kagumi. Penonton lalu bersorak mendengar kata dari eva itu, "siapa tu!!!?!!!?". eva kemudian langsung bernyanyi, sesaat eva sedang menikmati nyanyiannya, tiba-tiba seorang lelaki datang menghampirinya dengan bunga di tangannya. Eva menerima bunga itu dengan senyum di bibir mungilnya.

"Emang aku ga pantes buat eva", kata ari dalam hati. Ari pun berjalan perlahan dengan gundah di hatinya. "Ri lo mau kemana!!!", teriak teman ari. Tapi ari seakan tak mendengar perkataan dari temannya itu dan terus berjalan. "Ari!!!", terdengar suara seoarang cewek yang memanggil dirinya. Ari lalu menatap arah suara tersebut. Ari melihat sosok eva sedang menunggunya dari kejauhan. "Ada apa eva?", tanya ari?. "Kamu tahu tadi aku nyanyi buat siapa?", tanya eva. "Buat aku?", tanya ari dengan perasaan yang super PD!!. eva tersenyum dan berkata, "bukan ari, lagu tadi buat teman kamu", Jawab eva. Wajah ari yang awalnya terlihat bahagia berubah gundah dan marah, tapi tak bisa diungkapkannya. Ari langsung berjalan meninggalkan eva, sambil berkata "ou gitu...ntar aku sampaiin".

Namun sesaat ari berpaling dari eva, eva memanggilnya lagi, "ari!!!". Tapi ari tetap seakan tidak peduli.

Hari berganti dan terus berganti, terdengar kabar di sekolah ari bahwa eva sang bidadari sekolah akan pindah sekolah lagi. Malam itu ari sedang berkumpul dengan teman-temannya, "ri eva bakal pindah sekolah 3 hari lagi, besok malam kan ada acara amal sekolah, nah gua yakin eva nyanyi lagi, lo ungkapin donk perasaan lo!!!, jangan diem kaya gini!!!". "Ah dia udah punya pacar sob!!!", jawab ari.

Esok pun tiba, ketika malam menjelang, ternyata benar eva nyanyi pada malam itu. "Yuk kita sambut eva". Terdengar suara cantik eva secantik wajahnya. Malam itu eva menyanyikan sebuah lagu, pelukalah diriku dan jangan kau lepaskan ku (pasti pada tahu ya). Setelah eva berhenti bernyanyi, pembawa acara bertanya kepadanya, "lagu tadi buat siapa tuh va?", "Lagu tadi buat seorang yang sangat special buat aku", jawab eva. Mendengar perkataan eva itu ari seakan ingin menangis, memang ari bukan seorang yang cengeng tapi, semua pasti melakukan hal yang sama jika seorang yang sangat dicintainya telah ada yang memiliki. Ari lalu berjalan ke arah eva, dan naik ke atas pentas. "Boleh gua nyanyi?", tanya ari kepada pembawa acara. Pembawa acara yang juga teman ari langsung mengizinkan ari untuk bernyanyi. Ari langsung mengambil gitar dan bernyanyi, "Dewi berikan nafasmu untukku" (pasti tahu lagu alexa). "Wah...ari!!!", begitu teriakan pembawa acara setelah ari selesai bernyanyi. "Lagunya buat siapa ri?", tanya pembawa acara. "Lagu ini buat seorang yang telah memiliki tapi aku masih sayang ama dia". Penonton dan teman-teman ari langsng berteriak mendengar perkataan ari. "Apa lagu tadi buat aku?", tanya eva. Ari hanya terdiam. eva pun berkata lagi, "kamu tahu ari, setiap aku nyanyi lagu itu aku tujukan buat siapa?", kata eva. "Bukan buat aku kan?, yah pasti buat orang yang kamu sayangi aja", jawab ari. "Emang bukan buat seorang yang namanya ari, tapi seorang cowok yang namanya Ai", lanjut eva. Wajah ari langsung memerah mendengar eva, karena Ai itu adalah panggilan ari di keluarganya dan di teman-teman dekatnya. ari langsung berjalan ke arah eva dan...PEnonton mulai bersorak-sorai melihat ari dan eva. "Berarti...", kata ari. eva langsung menutup bibir ari dengan jari telunjuknya. "Ya orang yang aku sayang itu kamu ari...", kata eva. Ari langsung memeluk eva seakan hanya mereka berdua yang hadir malam itu. Malam itu adalah malam yang sangat berarti bagi ari dan juga eva. Sungguh bahagia bukan...The end.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar